Letak geografis Desa Krisik yang berada di kawasan pegunungan memberikan bonus demografi berupa air terjun di beberapa titik. Beberapa waktu lalu, tim Jelajah Blitar ditemani Kamituo Dusun Barurejo menengok dua air terjun yang masih ada di wilayah tersebut.
Menurut informasi yang kami peroleh dari Pak Kamituo, air terjun ini bernama Air Terjun Gumuk. Namun setelah kami telusuri di Google Maps, tercatat sebagai Coban Sabrang 4.
Kondisi Air Terjun
Kami datang saat masih musim penghujan, menjelang peralihan ke musim kemarau. Debit air saat itu tidak terlalu besar, sehingga kurang menarik bagi wisatawan yang mencari air terjun deras. Air terjun pun tidak menyisakan area lapang yang luas selain kebun warga di sekitarnya. Meski demikian, suasana pedesaan dan jalur menuju lokasi melewati perkebunan memberikan pengalaman tersendiri.
Untuk mencapai air terjun ini, kendaraan harus diparkir di area kebun warga, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki tidak terlalu jauh.
Akses dan Lokasi
Air Terjun Gumuk atau Coban Sabrang 4 hanya bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumah terakhir warga, dengan waktu tempuh sekitar 15–20 menit jalan kaki.
Kondisi jalan menuju area perkebunan cukup sulit saat musim hujan karena jalanan berlempung dan becek di beberapa titik. Sebaiknya gunakan alas kaki yang tidak licin. Selain itu, beberapa ruas jalan cukup sempit — tidak bisa digunakan untuk berpapasan dengan warga yang membawa rumput dari kebun, jadi hati-hati dan utamakan mengalah.
Tips Sebelum Berkunjung
Waktu terbaik untuk berkunjung seperti yang kami lakukan di akhir musim kemarau. Debit air cukup dan jalan tidak terlalu becek. Meski waktu itu kami datang hampir hujan deras. Beruntung setelah kami sampai rumah Pak Kamituo hujan deras baru datang mengguyur
Jangan lupa membawa bekal air minum atau cuma sekadar snack untuk bersantai sambil menikmati pemandangan air terjun.
Cocok untuk petualgan ringan / pesepeda offroad ya. Nggak cocok kalau buat piknik bareng keluarga.








