Candi penataran memiliki nama asli Candi Palah, sebuah komplek candi Hindu Siwaitis yang berada di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Candi Penataran merupakan candi paling megah dan paling luas di Jawa Timur.
Candi ini terletak di lereng barat daya Gunung Kelud dan ketinggian 450 meter diatas permukaan laut ini diperkirakan dibangun pada masa Raja Srengga dari kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200 Masehi dan digunakan sampai masa pemerintahan Wikramawardhana, Kerajaan Majapahit sekitar tahun 14.15.
Dalam kitab Desawwarnana atau Negarakretagama yang ditulis tahun 1365, Candi Penataran disebut sebagai bangunan suci Palah yang dikunjungi Raja Hayam Wuruk ketika melakukan perjalanan kerajaan bertamasya keliiing Jawa Timur.
Relief dinding pada Candi Penataran menceritakan kisah ramayana dengan tokoh rama dan shinta, selain itu terdapat juga cerita Kresnayana dengan tokoh Krisna dan Rukmini.
Prasasti Palah menerangkan bahwa “menandakan Kertajaya berbahagia dengan kenyataan tidak terjadi sirnanya empat penjuru dari bencana” dari kalimat ”tandhan krtajayayåhya / ri bhuktiniran tan pariksirna nikang sang hyang catur lurah hinaruhåra nika”. Rasa senangnya tersebut kemudian dia curahkan dengan perintah dibangunnya prasasti yang tertulis dalam sebuah linggapala oleh Mpu Amogeçwara atau disebut pula Mpu Talaluh. Bangunan tersebut dia fungsikan untuk menyembah Bathara Palah, seperti yang tertuang dalam prasasti tersebut yang beerbunyi “sdangnira Çri Maharaja sanityangkên pratidina i sira paduka bhatara palah” yang berarti “Ketika dia Sri Maharaja senantiyasa setiap hari berada di tempat bathara Palah”. – wikipedia
Wisata Komplek Candi Penataran
Dua Arca Dwarapala yang berada di pintu masuk candi seolah-olah menyambut para pengunjung yang datang ke candi ini. Arca ini juga biasa disebut dengan reco pentung.
Setelah itu kita bisa melihat hamparan rumput yang hijau dan rapi apabila datang di musim penghujan. Apabila datang di musim kemarau akan tampak rerumputan yang kering.
Setelah itu di bagian depan terdapat sebuah bale agung yang merupakan sebuah pelataran. Untuk naik ke bale agung ini kita bisa melewati anak tangga yang diapit arca Mahapala.
Tidak jauh dari bale agung ini ada pendopo teros yang diduga difungsikan sebagai tempat sesaji ketika upacara keagamaan.
Komplek candi penataran ini memiliki beberapa candi, berikut beberapa candi yang ada di komplek candi paling besar di jawa timur ini.
Candi Angka Tahun / Brawijaya
Candi Brawijaya atau dikenal juga dengan candi angka tahun merupakan candi paling ikonik di Candi Penataran ini, dengan bentuk bangunan yang bisa dibilang masih utuh dan menjadi inspirasi pada logo Jelajah Blitar.
Bangunan candi ini terbuat dari batu andesit. Pada ambang pintu masuknya terdapat angka tahun 1291 Saka (1369 M). Hal ini yang membuat masyarakat menyebutnya dengan candi angka tahun.
Ada juga yang menyebut bahwa ini merupakan candi brawijaya karena bangunan candi ini digunakan sebagai logo Kodam Brawijaya.
Kemudian ada juga yang menyebutnya sebagai candi ganesha karena didalamnya terdapat sebuah arca ganesha.
Candi Naga
Candi Naga ini berada di belakang Candi Angka Tahun, disebut sebagai candi naga karena bangunan ini dililiht pahatan berbentuk naga. Sama dengan candi angka tahun, candi ini terbuat dari batu andesit.
Sayangya saat ini bentuk bangunan ini tidaklah utuh, hanya terdapat bagian kaki dan tubuhnya saja. Sedangkan atapnya diduga terbuat dari bahan yang tidak tahan lama.
Candi Candi Induk
Merupakan candi utama yang ada di komplek candi penataran, bangunan yang bentuknya paling megah dibandingkan candi lain yang ada dalam komplek ini. Sehingga dianggap merupakan candi paling suci.
Sepanjang candi induk ini terdapat pahatan yang menceritakan Ramayana dan Krisnayana. Sehingga pengunjung bisa berjalan mengelilingnya untuk memahami cerita ramayana yang ada di candi ini.
Petirtaan Candi Penataran
Selain itu di bagian belakang bawah candi ini terdapat sebuah petirtaan yang hingga saat ini masih mengeluarkan air dengan jernih. Bahkan dasar petirtaan ini bisa terlihat dengan jelas.
Banyak ikan warna-warni yang di dalam petirtaan penataran ini, tidak sedikit orang yang melemparkan koin ke dalam petirtaan ini karena dipercaya akan memberikan keuntungan.
Cara Menuju Candi Penataran
Tim Jelajah Blitar ketika menuju ke Candi Penataran akan melewati Makam Bung Karno ke utara sejauh 12km. Anda hanya perlu mengikuti jalur utama hingga sampai di gapura kawasan wisata penataran.
Dalam kawasan ini, terdapat Candi Penataran, Kolam Renang Penataran, dan Museum Penataran. Sehingga selain menikmati wisata candi, kita juga bisa berenang dan belajar di museumnya tentang peninggalan-peninggalan bersejarah lainnya.
Kalau kamu suka mempelajari situs bersejarah, nggak ada salahnya untuk menengok candi gambar wetan yang konon katanya memiliki potensi menjadi komplek candi yang lebih besar dibandingkan candi penataran apabila sudah di ekskavasi seluruhnya
Sering Ditanyakan
Setahu kami tiket untuk masuk candi penataran gratis. Hanya diminta untuk memasukkan uang secara sukarela di kotak yang sudah disediakan
Dari Kota Blitar menuju ke Candi Penataran bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit. Kondisi jalannya juga sudah cukup baik, hanya di beberapa titik kondisinya masih rusak.
Candi Penataran buka mulai pukul 07.00 – 17.00.